Jumat, 14 November 2014

Jurnal 3


Judul Jurnal : Pembuatan Simulasi Pergerakan Objek 3D (Tiga Dimensi) Menggunakan OpenGL
Penulis      : Deddy Suhardiman, S.T.G. Kaunang, Rizal Sengkey, Arthur M. Rumagit
Jurusan  : Teknik Elektro, Fakultas Teknik, UNSRAT, Manado


Kata "desain" memiliki arti perencanaan dalam pembuatan sebuah objek, sistem, komponen atau struktur. Sedangkan "pemodelan" adalah membentuk suatu benda-benda atau obyek. Dan "grafik" adalah persentasi visual pada sebuah permukaan seperti dinding atau layar komputer.

Desain Pemodelan Grafik merupakan ilmu yang mempelajari sebuah proses untuk membuat dan menciptakan objek baru berupa seni terapan, arsitektur dan berbagai pencapaian kreatif lainnya yang direkayasa oleh perangkat lunak sebagai tahapan awal untuk pembuatan sekaligus memanipulasi objek dan citra.

Melalui konsep dan proses desain, keseluruhan objek bisa diperlihatkan secara 3 dimensi, sehingga banyak yang menyebut hasil ini sebagai pemodelan 3 dimensi atau 3D modelling.

OpenGL (Open Graphics Library) adalah standar API yang dapat digunakan untuk membuat aplikasi berbasis grafik, baik dua dimensi (2D) maupun tiga dimensi (3D). OpenGL ini bersifat cross-platform, artinya dapat dijalankan pada berbagai platform sistem operasi yang ada saat ini.

Untuk membuat aplikasi menggunakan OpenGL, terlebih dahulu kita membutuhkan suatu konsepsiinterfacing dalam implementasinya pada proteksi objek. Salah satu cara yang sudah umum digunakan adalah dengan membuat window-based OpenGL.

OpenGL mendukung lighting, shading, texture, mapping, blending, transparancy, dan banyak kemampuan efek khusus lainnya.

OpenGL mempunyai banyak fungsi dan penggunaan perintah yang sangat luas. Penggunaan OpenGLmembutuhkan library tambahan yang harus di letakkan pada direktori sistem dari windows (OS).

Analisis

Disini saya akan menganalisis tentang Aplikasi pembuatan berupa simulasi pesawat terbang.

Dengan melakukan beberapa pembentukkan objek-objek seperti badan pesawat, baling-baling depan, sayap, roda pesawat, dan sayap belakang. kemudian di gabung menjadi satu bagian pesawat. Adapun pembentukan tanah rumput dan jalan.






Dalam pembuatan objek, tiap-tiap bagian pesawat dibuat terpisah lalu digabungkan menjadi satu.

Setelah telah terbentuk objek-objek, agar tampilan lebih menarik objek yang telah dibuat tadi diberi warna. Dan untuk membuat  objek rumput dan jalan menggunakan objek dasar plan yag diatur skalanya lalu beri tekstur yang dipilih.

Cukup sekian analisa dari saya mengenai pemodelan grafik OpenGL. Semoga dapat memberikan wawasan dan dapat dipelajari dengan baik pula oleh teman-teman sekalian. Terima kasih.


Referensi: jurnal Pembuatan Model 3D animasi

Jurnal 2

Judul Jurnal : RANCANG BANGUN APLIKASI 3D PADA PENGENALAN TATA SURYA BERBASIS AUGMENTED REALITY
Penulis : Muttaqin Z

Augmented Reality
adalah teknologi yang menggabungkan benda maya dua dimensi dan ataupun tiga dimensi ke dalam sebuah lingkungan nyata tiga dimensi lalu memproyeksikan benda-benda maya tersebut dalam waktu nyata. Tidak seperti realitas maya yang sepenuhnya menggantikan kenyataan, namun Augmented Reality hanya menambahkan atau melengkapi kenyataan.

Augmented Reality (AR) yaitu dari proses input terhadap konsol yang digunakan jadi Augmented Reality (AR) input yang digunakan berasal dari lingkungan sekitar pada konsol tersebut. kita membutuhkan PC/laptop dengan webcam, penanda (marker), perangkat lunak (software) yang mendukung pembuatan AR. Kemudian agar model 3D dapat terlihat, penanda atau biasa yang disebut dengan marker dapat diarahkan ke webcam.Jika berhasil, maka pola tersebut akan berubah menjadi model 3D dari sebuah planet sesuai dengan marker yang dibuat.

Objek 3D Merupakan adanya dimensi tebal pada gambar sehingga menjadikan gambar jauh lebih nyata dari pada gambar dua dimensi. Biasanya bidang tiga dimensi dinyatakan dengan sumbu X Y dan Z. Representasi dari data geometrik 3 dimensi sebagai hasil dari pemrosesan dan pemberian efek cahaya terhadap grafika komputer 2D. Tiga Dimensi, biasanya digunakan dalam penanganan grafis. 3D secara umum merujuk pada kemampuan dari sebuah video card (link). Saat ini video card menggunakan variasi dari instruksi-instruksi yang ditanamkan dalam video card itu sendiri (bukan berasal dari software) untuk mencapai hasil grafik yang lebih realistis dalam memainkan game komputer.

Kesimpulan: Menurut analisa saya jurnal ini mengajarkan tentang AR di mana Ar itu menggabungkan Benda maya ke lingkungan nyata 3d dan waktu nyata.

Kelebihan:
Tata cara pembuatan aplikasi di jelaskan dengan teliti
Semua orang dapat mencobanya
Mudah di pahami

Kekurangan:
Membutuhkan Ketelitian extra untuk menggunakan aplikasi 3D MAX

Referensi:


1) http://180.241.122.205/docjurnal/MUTTAQIN.Z-jurnal_muttaqin.pdf
2) http://itcentergarut.blogspot.com/2011/01/pengenalan-dan-dasar-3ds-max.html

Jurnal 1

Jurnal 1

Judul Jurnal: MEDIA PEMBELAJAR PROSES RENDERING OBJEK PADA MATA KULIAH GRAFIKA KOMPUTER BERBASIS MULTIMEDIA
Penulis : 1.Angga Prasetio Romadhon, 2.Murinto
Program Studi Teknik Informatika
Universitas Ahmad Dahlan


Analisa tentang Proses Rendering (3D).

1. Konsep Dasar Objek 3D

Objek 3D Merupakan adanya dimensi tebal pada gambar sehingga menjadikan gambar jauh lebih nyata dari pada gambar dua dimensi. Biasanya bidang tiga dimensi dinyatakan dengan sumbu X Y dan Z. Representasi dari data geometrik 3 dimensi sebagai hasil dari pemrosesan dan pemberian efek cahaya terhadap grafika komputer 2D. Tiga Dimensi, biasanya digunakan dalam penanganan grafis. 3D secara umum merujuk pada kemampuan dari sebuah video card (link). Saat ini video card menggunakan variasi dari instruksi-instruksi yang ditanamkan dalam video card itu sendiri (bukan berasal dari software) untuk mencapai hasil grafik yang lebih realistis dalam memainkan game komputer.
Konsep tiga dimensi atau 3D menunjukkan sebuah objek atau ruang memiliki tiga dimensi geometris yang terdiri dari: kedalaman, lebar dan tinggi. Contoh tiga dimensi suatu objek / benda adalah bola, piramida atau benda spasial seperti kotak sepatu.

Objek 3D sering disebut sebagai model 3D. Namun, model 3D ini lebih menekankan pada representasi matematis untuk objek 3 dimensi. Data matematis ini belum bisa dikatakan sebagai gambar grafis hingga saat ditampilkan secara visual pada layar komputer atau printer. Proses penampilan suatu model matematis ke bentuk citra 2d biasanya dikenal dengan proses 3D rendering.

2. Konsep Dasar Rendering Objek 3D

Rendering merupakan sebuah proses untuk menghasilkan sebuah citra 2D dari data 3D. Proses ini bertujuan untuk untuk memberikan visualisasi pada user mengenai data 3D tersebut melalui monitor atau pencetak yang hanya dapat menampilkan data 2D.

Gambar yang dibuat melalui proses rendering digital adalah gambar digital atau raster image, jenis gambar yang sama dengan yang biasa kita lihat sehari-hari pada desktop komputer atau wallpaper. Gambar digital tersebut dibuat melalui proses rendering digital sebagai langkah besar terakhir sebelum disusun menjadi animasi. Animasi sebagai tujuan akhir biasa digunakan dalam film, video game, permainan komputer, simulator, dan untuk efek khusus di televisi. Masing-masing menggunakan proses rendering digital yang menggunakan fitur dan teknik berbeda untuk mencapai hasil yang diinginkan.

Secara umum, proses untuk menghasilkan rendering dua dimensi dari objek-objek 3D melibatkan 5 komponen utama:
1. Geometri
2. Kamera
3. Cahaya
4. Karakteristik Permukaan
5. Algoritma Rendering

Kesimpulan :

Dari jurnal yang saya analisa, saya menangkap bahwa Rendering itu merupakan bagian yang berkaitan dengan permodelan grafik. Proses rendering itu sendiri sangat penting jikalau proses rendering tidak di lakukan maka sebuah objek tidak akan terselesaikan pada proses akhirnya

Kelebihan: Proses rendering membuat gambar menjadi bagus,menarik,dll. Dimna rendering itu      adalah penyatuan efek-efek yang kita masukan, sehingga akan muncul tampilan akhir.

Kekurangan: Proses Rendering yang cukup lama. 

Referensi: http://maharrhanni.wordpress.com/2014/10/19/analisa-jurnal-pemodelan-grafik/